calistung

CALISTUNG INTRODUCTION HARUSKAH ANAK USIA DINI (KB/ TK) BISA MEMBACA DAN MENULIS? Keberhasilan pendidikan anak usia dini (aud) merpk landasan bg keberhasilan pendidikan pd jenj berikutnya. Usi a dini = usia”emas” artnya bg seseorg bila ia mendapatk pendidikan yg tepat maka ia memperoleh kesiapan belaj yg baik yg merp salah 1 kunci utm bg keberhaslan belaj nya pd jenjang berikutnya
MARTIN LUTHER: TUJ utama sekolah adalah mengajark agama dan keluarg yg merp intitusi terpenting dlm pend anak. Hal ini sejalan dg tuj sekolah Islam bhw iptek merp bag integraldr pend agama. POLA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pend aud merp pend yg diberikan kpd anak sejak usia 0- 6 th. Pemberian rangsangan dpt dilakukan sejak anak dlm kandungan: dg berckp-ckp, mendengark suara musik atau alunan ayat sc Al-Qur’an. Karena usia dini merp usia emas unt menyerap berbagai informasi, namun ortu dan tenaga pendidik hrs memberikan materi / pembelaj yg menyenangkan
Menurut FROBEL (bpk TK sedunia), tuj umum pend TK adalah mengembangk bekerja sendiri pd anak mell permainan. Anak samp dg7 thn dorongan bekerja sendirinya muncl melll bermain, menyanyi, pekerj tangan. Dlm proses pend Frobel menyarankan banyak mengg daya fantasi anak (dg urutan berjenjang -> mudah -> sukar MONTESSORI: pend TK berpegang pd prinsip “ mendidik dlm kebebasan unt kebebasan”. Jadi anak memiliki potensi unt mendidik diri sendr. Jadi tdk ada materi yg ditentk guru ttp pengasuh betul-betul pendamping anak dlm proses pertumbuh diri scr spontan
REALITA DI LAPANGAN ………………..??? 1. mengharuskan anak TK bisa baca tulis. Bisa masuk SD? Prestise bg guru/ ortu? 2. mengajarkan baca tulis di TK berarti memaksakan kemampuan yg seharusnya diberikan di SD? 3. Mendukung pembelajaran baca tulis sesuai cr aud Kesimpulan……. B o l e h, tapi……… *asal pembelajaran itu membaur dg kegiatan lain
* Tidak membuat anak terbebani * Anak dpt belaj membaca lewat poster * membaca kata ukuran besar & warna mencolok ☺ untuk calistung: * mengajarkan calistung seperti bgmn anak belaj * tidak mengjarkannya secara formal, mengapa? * dpt berakibat fatal -> kekurangan gairah, menganggappelaj itu sulit
Mengapa ortu tdk perlu khawatir bila anak belm dpt membaca pdhal sdh masuk TK? I N G A T !!! 1. belaj membaca butuh proses yg bertahun-tahun 2. kecepatan membaca anak berbeda-beda Mengutip Babycentre (2010): 4 tahapan anak belaj membaca 1. anak suka memainkan buku layaknya mainan lain 2. tertarik dg warna cerah & ilustrasi yg mengandung cerita 3. anak suka mendengarkan cerita yg dibacakan org lain 4. belum dpt mengidentifikasi kata atau huruf yg merangkai kata
TAHAPAN ANAK MULAI MEMBACA (4-6 th) a. Anak sudah dapat mengenal setiap huruf yg ada, tapi bukan kata b. membutuhkan gambar pd setiap halaman untuk membantu memahami huruf c. menghafal isi buku cerita dan mencoba untuk membacanya d. membaca dg suara keras tapi tidak menunjk membaca tertentu TAHAP INTERMEDIATE MEMBACA (6-8 th) a. Menggunakan gambar sebg petunjuk dr sisa huruf yg tak diketahui b. membacanya sudah hampir lancar c. dpt menjawab pertanyaan sederhana berdasarkan gambar d. membaca dgn suara keras dan ekspresif
TAHAPAN MAHIR MEMBACA ( 8 TH KE ATAS) 1. Dpt membaca dg lancar dan memahami sebg yg dibaca 2. Menikmati sebuah buku meskipun tanpa ada gambar 3. Dpt menjawab berbagai pertany mengenai materi baca 4. Dibaca dg suara keras dan penuh ekspresif
Selama ini TK didefinisikan sbg tempt unt mempersiapkan anak- memasuki masa sekolah yg dimulai di jenjang sekolah dasar. Keg di TK hanya bermain dg alat bermain edukatif.Pelaj membaca, menulis, berhitung tdk diperkenankan di tingkat TK, kec. Hanya pengenalan huruf dan angka, itupun setelah anak memasuki TK B. Pada perkemb terakhir hal itu menimbulkan sedkt masalah, karena pelaj di kelas 1 SD sulit diikuti jk asumsinya anak lulusan TK belm mendpt pelaj calistung. Akhirnya banyak TK yg mengupayakan belaj membaca bg muridnya dg berbagai metode mengajar. Walhasil beberapa naka berhasil menguasai keteramp tsb,namun ada pula yg mengalami kesulitan.
PARADIGMA BELAJAR Teori Psi Perkemb Jean Piaget tlh menjd rujukan utama kurikulum TK dan pend umum. Menurut Piaget pelaj calistung scr tdk langsung dilarang unt diberikan pada anak di bawah usia 6 th. Alasannya: pd usia di bawah 6 th anak blm mencapai fase operasional konkret (masa berpikir terstruktur). Cth: deretan koin, barisan hewan, bejana CATATAN: kemaslah calistung dengan: - menempel berbagai benda berikut lamb bilangan di dinding kelas Sambil bernyanyi guru bisa mengajak anak-anak berkeliling kelas unt membaca & melihat bil
Glenn Doman dan flash card
Flash card (kartu kata yg ditulis dg tinta warna merah pd karton tebal,ukuran huruf ckp besar. Kartu huruf- suku kata – kata ditampilkan di hadapan si pasien dlm waktu cepat, 1 detik per kata
a
b
c
PERHATIKAN!!! * Ajarkan anak membaca dengan mengg huruf yg cukup besar, jelas, dan menarik -> agar merangsang penglihatan dan memori anak * dibacakan dengan intonasi yang menyenangkan * dilakukan dalam suasana gembira * bacakan setiap kata (bersama anak) 15- 25 kali -> merangsang pendengaran anak * Penting! U saling melihat wajah dan lakukan eye contact ketika bersama anak mengucapkan huruf/ kata/ suku kata -> agar otak anak terstimulasi dg baik
PERHATIKAN SAAT MERANGSANG ANAK SUPAYA PANDAI MEMBACA
Kenali Anak kita
Kenali karakter & gaya belaj yg sesuai u anak

2. Pelajari kelebihan & kekurangannya
Setiap anak memiliki perbedaan kekuatan otak kiri dan otak kanan
(anak berjiwa senikah atau anak kognitifkah?)
penyebabnya: faktor genetis & fakt stimulan

3. Gunakan Strategi
anak lbh mdh memahami bacaan yg bermakna baginya
pengenalan kata tdk berlangsung scr ‘instan’
PERMASALAHAN DLM BELAJAR MEMBACA

Kejenuhan
huruf lagi, huruf lagi, huruf lagi…
mengapa jenuh? Otak mereka mengalami kelelahan dlm me
nerima materi
Solusi: ciptakan variasi dlm belajar membaca u anak
Keterbatasan daya ingat
a. kemampuan dasar
b. persepsi
Lemahnya konsentrasi
Yg memiliki konsentrasi lemah perlu dirangsang scr khusus agar dpt
berpikir fokus

GERAKAN MERANGSANG OTAK U MENGATASI MASALAH BELAJAR

Yuk kita “pasang “ telinga
Mari- mari kita lakukan bersenam otak pasang telinga
Perlahan-lahan kita urut… kita urut daun telinga
Urut-urut tiga kali… dari atas lalu ke bawah
Manfaat: membantu anak lbh berkonsentrasi & mendengarkan instruksi

2. Mari lakukan putaran kepala
Anak-anak duduk di kursi dan katakan
” Putar-putar putar kepala… pelan-pelan searah jarum jam 3X
LANJUTKAN
“ Putar-putar putar kepala … pelan-pelan arah berlawanan 3X
Manfaat: merangsang sel saraf di garis tengah (membantu anak mengatasi kesulitan
membaca, menulis dan mengingat lho!!

3. Ayo kita bergerak silang katakan “Mari kita gerakkan tangan & kaki berlawanan lalu sedikit meloncat “Hup” Tangan kanan…(lambaikan tangan kanan) tangan kanan menyentuh kaki kiri… Hup (loncat) Tangan kiri… (lambaikan tangan kiri) tangan kiri menyentuh kaki kanan… Hup (loncat) Manfaat: koordinasi penglihatan/ pendengaran/ kinestetik, perabaan/ sentuhan
KREATIF MENGATASI KENDALA Bila kita mampu memberi rangsangan jalur saraf di otak anak dg tepat makaotak anak akan berkembang pesat dan mampu berpikir lbh cepat. Setiap anak memiliki potensi optimal apabila pengelolaan otaknya seimbang. Otak memiliki 2 area fungsi yg peranannya terbagi menjd tgs yg berkaitan dg aspek kognitif (otak kiri) dan tgs yg berkaitan dg kesan (imajinasi) -> otak kanan Otak kiri melakukan tugas seperti: ≈ angka, logika ≈ analisa, hitungan Otak kanan melakukan tugasseperti: ≈ gambar, dimensi ≈ warna, irama ≈ kreativitas
Proses belaj didominasi oleh pengg otak kiri, otak kanan jarang digunakan. Proses belaj membaca memerlukan sinergi antara peran otak kiri dg otak kanan. 1. Jadikan anak sbg subjek memberi keleluasan pd anak dlm memilih sesuatu sesuai dg selera nya 2. Ciptakan variasi suasana mengajak anak di luar ruangan (outdoor), tuj merelaksasi perasa an tegang & jenuh pd anak 3. Manfaatkan tokoh idola 4. Membuat games agar lebih seru!

5. Labelling memberi nama/ ketr pd benda yg ada di sekitar: meja, kursi, lemari pintu, jendela kamar mandi, kompor, televisi gunakan ukuran ckp besar & warna menarik PEMETAAN PIKIRAN = SOLUSI KREATIF Salah satu teknik baru yg dpt diterapkan dlm proses belaj membaca, yaitu pemetaan pikiran / mind mapping. Bertujuan: agar anak mudah menghafal. Perhatikan mind mapping BALON berikut:
Pada dasarnya mind mapping dihasilkan dari perpaduan antara pola berpikir lurus dan pola berpikir memencar. Pola berpikir lurus dilakukan dgn menentukan kata/ objek, dilanjutkan dg mencari kata yg memiliki kaitan dg objek sebelmnya.
Contoh lain: kita pilih objek “gunung” munculkan pertany: ‘ apa ygkita ingat bila mendengar/ membaca kata ‘gunung” Misal jawabannya ‘api’ lalu ajukan pertany lagi “apa yg terlintas dlm benak kita bila mendengar kata ‘api’ mungkin jawabannya ‘asap’ Berpikir lurus dpt diskemakan sbb: gunung api asap
BERHITUNG UNTUK ANAK USIA DINI
Masa batita dan balita merpk masa untuk mengenal segala hal -> mengenal huruf, angka, dan gambar. Banyak ortu yg secr tdk langsung tlh mengenalkan bilangan kpd si kecil dalam keg sehari-hari. Misalnya pada saat membuat susu. Ortu menyebutkan hitungan sendok susu ke dalam botol dengan keras. “Satu, dua, tiga… sendok”. Nah, semenjak itu si kecil menjadi hafal krn sering mendengar Mama mengatakannya.

Mengenal bilangan, menghafal bilangan, dan belajar konsep bilangan sederhana bsa dilakukan pd usia dini. Agar suasana menjd menyenangkan pd awal mengenalkan bil pd si kecil, gunakan cara menghafal. Para orang dewasa dapat memasukkan bilangan=bil ts dalam nyanyian atau dalam aktivitas sehari-hari. Dengan begitu ia tak ubahnya seperti sedang bermain.

Mengenalkan bilangan pada anak balita sangat baik guna menambah kosa katanya, selain itu juga bermanfaat untuk mengenalkan konsep sederhana seperti bilangan 1, 2, dan 3.
Awal pengenalan si kecil terhadap angka ialah dengan menyebutkan angka dari satu dan seterusnya. Semakin ia dilatih maka kemampuan berhitungnya akan semakin meningkat. Untuk itu setiap ada kesempatan, ajak si kecil berhitung di mana dan kapan saja. Tapi ingat!!! Jangan menuntut anak untuk bisa langsung memahami atau menghafal dengan benar.
Tindakan pemaksaan sangat tidak dianjurkan. Biarkan anak memahami dg kemampuannya sendri. Ulangi pengenalan bilangan pada kesempatan lain, begitu seterusnya. Perlu dipahami! Proses pemahaman anak batita/ balita belum bisa konsisten. Mungkin hari ini ia bisa menghitung dar i angka satu sampai tiga, tapi belum tentu keesokan harinya.

Rahasia sukses mengealkan bilangan kepada si kecil adlh kreativitas. Para orang dewasa hrs berkreasi saat mengajar. Tidak sulit! Lingkungan rumah dan benda sekitar selalu bisa dijadikan sarana belajar bagi si kecil. Ia akan lbh mdh belajar jika ada bentuk nyata (benda) yg bisa dihitungnya. Ajak ia bemain sambil berhitung..1,..2,..3..
Untuk memudahkan si kecil dlm mengenal angka, dramatisirlah tiap angka menjadi mirip suatu bentuk. Orang dewasa hrs menceritakan deskripsi angka itu satu per satu, sambil mengajarkannya dengan menuntun tangannya untuk memegang pensil.
Berikan suasana belajar angka yang menyenangkan. Perkenalkan angka pada si kecil melalui nyanyian sebelum mengajaknya untuk mengenal cara menuliskan angka.

Salah satu cara mengenalkan angka mirip suatu bentuk dinamakan -> cara asosiasi.
ANGKA 1
Karena kue kesukaannya adalah astor coklat, maka sebelum mengajarkan tangan anak harus memegang pensil dengan benar.
Guru/ ortu: buat astor coklat, angka 1 seperti astor coklat, atas ..tarik ke bawah..
ANGKA 2 Angka dua seperti bebek, paruh.. Kepala.. Turun ke leher ..dan ekor
ANGKA 3
Angka tiga lengkungnya dua kali. Lengkung..ya.. Lengkung lagi..

ANGKA 4
Seperti kursi terbalik. Buat kaki..dudukan.. Kaki lagi

ANGKA 5
Si perut gendut pakai topi, leher.. Perutnya gendut sekali.. Pakai topi

ANGKA 6
Seperti bakso ditusuk lidi. Buat lidinya, lalu bentuk bundar seperti bakso
ANGKA 7 seperti lampu jalan menempel di tiang. Buat lampunya..ya..lalu tiangnya.

ANGKA 8
Seperti boneka salju..atau dua bakso kesukaanmu ditumpuk..

ANGKA 9
Kebalikan dari angka 6, sekarang.. Baksonya di sebelah atas..ya

ANGKA 10
Semuanya kue kesukaanmu, astor dan donat. Buat astor dulu, garis dulu dari atas tarik ke bawah.. Lalu buat donat, bentuknya bundar..

PINTARNYA ANAK MAMA…
BILANGAN DAN OPERASINYA
Remote control
jam dinding
telepon
lilin ulang tahun
kalender, ….
Penjumlahan
3 + 2 = 5
Pengurangan
6 – 2 = 4

CONTOH-CONTOH AKTIVITAS YG DPT DIBERIKAN KPD ANAK
AKTIVITAS 1: Mengenalkan bil 1- 30
Untuk: anak usia 4- 7 th
Yg diperlukan: kalender bekas
mainan anak seperti mobil-mobilan, kelereng, krayon, bola, boneka
Tujuan: anak dapat menyebutkan bil dari 1- 30
anak mengenal penulisan bl dari 1- 30

CARANYA:
Kumpulkanberbagai manan anak di lantai atau di tempat yg luas.
Mintalah anak untuk memperkirakan berapa banyak mainan yang ada di lantai. Biasanya anak akan menjawab ‘banyak’, mungkin
‘seratus’. ‘seribu’
3 . Ajaklah anak untuk menghitung bersama-sama banyaknya mainan terebut. ‘Yuk kita hitung bareng’
Misal banyaknya mainan sebenarnya adalah 3. Ajak anak untuk melingkari bilangan “3” pada kalender
Acaklah letak susunan mainan sehingga dapat memberikan kesan
banyak mainan semakin sedikit karena letaknya saling berhimpitan dan semakin banyak karena letak mainan berjauhan.
6. Secara rutin lakukan aktivitas seperti di atas dengan berbagai variasi banyaknya mainan sehingga anak akan mengenal lebih banyak bil. Lakukan pula secara bertahap dan meningkat

BAGAIMANA MENGETAHUI KEBERHASILAN ANAK?
 Sediakan benda-benda yg memuat angka misal: remote control, jam dinding. Pos
ter bil.
 mintalah anak untuk menunjukkan bil pd benda yg tersedia. Mis: “Manakah ang
ka 2,ini angka berapa, dsb.
 cara lain ketika dalam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, ajaklah anak
mengamati plat nomor kendaraan. Anak dinyatakan berhasil bila anak dapat men
jawab pertanyaan dengan benar. Pujian atau hadiah dpt diberikan.
MENGENALKAN OPERASI PENAMBAHAN
Untuk usia : 5-6 th
Alat & bahan : mobil-mobilan, kelereng, krayon, bola, dll
kertas/ papan tulis
pensil/ kapur/ spidol
Tujuan : Anak dapat melakukan operasi penambahan
Caranya :
Kumpulkan berbagai mainan (misal bola) di lantai atau di tempat yang
luas.
2. Mintalah anak untuk menghitung banyaknya mainan tersebut. Misal
banyaknya mainan adalah 3
3. Mintalah anak untuk menuliskannya pada kertas/ papan tulis
4. Berikan lagi beberapa mainan (bola). Mintalah anak untuk menghitung
banyaknya mainan yang baru diberikan.

5. Misal banyaknya maninan yang diberikan ada 2, mintalah anak untuk menuliskannya di kertas papan tulis 6. Mintalah anak untuk menghitung banyaknya seluruh mainan, tuliskan di papan tulis. Berapa banyaknya mainan seluruhnya? Biasanya anak akan menghitung dari awal.
7. Banyaknya keseluruhan adalah 5. Kenalkan penulisan ‘tiga ditambah dua sa
ma dengan 5’ dengan menggunakan simbol + dan = ‘3 + 2 = 5’
8. Lakukan kembali aktivitas di atas dengan banyak mainan yang erbeda, na
mun jika dijumlahkan hasilnya 5, misalnya 2+ 3, 1+ 4, 4 + 1. Selain itu bola
juga dapat diganti dengan mainan lainnya misal krayon, mobil-mobilan,
boneka, dan sebagainya.
9. Jika anak sdh dpt memahaminya, tingkatkan kesulitan dg menambah banyak
nya bil yg dijumlahkan lbh dari lima, dst.

BAGAIMANA MENGETAHUI KEBERHASILAN ANAK?
Kita dpt mengetahui keberhasilan anak misalnya dengan cara memberikan
permasalahan dalam bentuk cerita, contoh:
Ayah memberimu 4 buah jeruk dan ibu memberimu 3 buah jeruk lagi, berapa banyak jeruk yg kamu miliki? Dan sebagainya.
Jika di rumah tersedia beberapa kelereng/ bola saat bermian bersama atau sayuran seperti wortel, kentang,dsb, manfaatkanlah untuk menguji kemampuan
Anak dalam melakukan penghitungan operasi penjumlahan dan pengurangan.

Contoh:
Berikan kepada anak 4 wortel, kemudian tambahkan lagi 3 wortel, tanya
kan kepada anak ‘4 wortel ditambah 3 wortel, maka seluruhnya ada berapa wortel?

MENGENALKAN OPERASI PENGURANGAN
Untuk usia : 5- 7 tahun
Alat & bahan : mobil-mobilan, kelereng, krayon, bola
Tujuan : Anak dapat melakukan operasi pengurangan
Caranya :
1. Kumpulkan berbagai mainan (krayon, mis) di lantai atau di tempat yang luas
2. Mintalah anak untuk menghitung banyaknya mainan tersebut. Misal ba-
nyaknya mainan adalah 5
3. Mintalah anak untuk menuliskannya pada kertas papan tulis.
4. Ambillah beberapa mainan (krayon) yang tadi diberikan dan pisahkan di
tempat yang lain.
5. Misal banyaknya mainan yang diambil ada 2. Mintalah anak untuk menulis-
kannya di kertas/ papan tulis
6. Mintalah anak untuk menghitung banyaknya mainan yang tersisa Tanyakan kepada anak “Berapa banyak mainanmu sekarang?’ Mintalah anak untuk menuliskannya. 7. Kenalkan penulisan ‘lima dikurangi dua sama dengan tiga’ de ngan menggunakan simbol. Jadi”5 – 2 = 3”
8. Lakukan aktivitas ini secara rutin dengan bilangan yang bervariasi
sehingga anak semakin terlatih untuk berhitung.

BAGAIMANA MENGETAHUI KEBERHASILAN ANAK?
Kita dpt mengetahui keberhasilan dg melihat ketepatan anak dlm menyelesaikan permasalahan yg kita berikan. Misal dg cara: di dapur tersedia bbrp wortel. Mintalah anak untuk menghitung banyaknya wortel dan mintalah anak untuk menuliskannya pada selembar kertas. Misal banyak wortel ada 8. Mintalah anak memberikan 3 wortel tersebut untuk dimasak. Tanyakan kepada anak “Berapa banyak wortel yg tersisa?”
MENIMBANG & MENGUKUR
KAKI YANG LUCU (USIA 4-5 TH)
Ajari anak tentang cara yang menyenangkan untuk mengukur benda- benda
dengan menggunakan kakinya sendiri.
Mintalah anak untuk berdiri tanpa sepatu di atas sehelai kertas / karton
Gambarlah kakinya dan bantu dia untuk menggunting gambar itu.
Mintalah anak untuk mengukur benda di sekita dengan menggunakan guntingan gam-
bar kakinya. Berapa langkah yang dapat ditempuh kaki ini untuk menyeberangi permu-
kaan suatu benda, meja misalnya.
Gunakan gambar kaki itu untuk mengukur jarak yang lebih jauh atau benda –benda
besar yang lain
Seorang anak yang lebih kecil akan senang membuat banyak gambar kaki dan menem-
patkannya berderet-deret. Dengan begitu kita dapat menomori kaki-kaki itu dan mem-
bantu anak untuk menghitungnya.

ITULAH AKU
Bantulah anak untuk belajar tentang panjang dan jumlah
dengan memanfaatkan anggota badannya sendiri.
* gunakan selembar kertas besar untuk menggambar bentuk
badan anak
* perhatikan gambar tersebut bersama-sama. Tanyakan ke-
Pada danak, apakah lengannya lebih panjang atau lebih pendek daripada kakinya. Berapa banyak jari tangan dan jari kakinya?
Mintalah anak untuk menggambar mata, hidung, mulut, dan rambutnya. Ajak pula
dia menggambar pakaiannya, termasuk kancing bajunya
Hitung bagian-bagian utama dari anak secara bersama-sama. Uraikan bagaimana ma-
ta, telinga, tangan, dan kakinya berpasangan, sedangkan kita hanya memiliki satu hi-
dung dan satu mulut.
Bantu anak untuk menggunting gambar badannya, lalu menempelkan gambar itu di
dinding kamar tidurnya.
BERAPA TINGGI BADANKU (4- 5 TH)
Setiap anak akan senang ketika melakukan penemuan pertama mengenai tinggi badannya.
Carilah gulungan pita dan gunting yang aman bagi anak
Mintalah anak untuk berdiri tegak di dinding atau berbaring telentang di lantai.
Selipkan ujung pita di bawah tumitnya, lalu rekatkan di lantai.
Buka gulungan pita sampai di bag atas kepala anak. Potong pita itu sehingga se-
utas pita sama tingginya dengan anak.
Ajarkan anak menggunakan pita ini untuk membandingkan tingginya dengan
benda-benda lain di rumah.
BENTUK DAN UKURAN MENCARI BUJUR SANGKAR
Mainkan permainan ini untuk menstimuli memori visual anak
mengenai bentuk dan variasinya
* Gambar, warnai, dan gunting sebuah lingkaran, bujur sangkar,
segi tiga, dan segi empat.
Jajarkan semuanya dan tunjukkan kepada anak.
Jelaskan bahwa anda akan mengambil satu bentuk. Mintalah anak untuk memejam
kan mata dan ambil bujur sangkar
Dekatkan bentuk-bentuk yang tersisa menjadi satu, kemudian mintalah anak untuk
membuka matanya. Minta juga ia untuk mengatakan bentuk apa yang hilang.
Mainkan permainan ini lagi,singkirkan bentuk yang berbeda. Anda dapat membuat
permainan menjadi lebih mudah dengan menggunakan bentuk yang lebih sedikit
atau menjadi lebih sulit dengan menambah bentuk yang lebih kompleks.
CIPTAKAN BENTUK (MULAI 4,5 TH)
Aktivitas menciptakan bentuk dapat membantu anak memahami berapa banyak sisi yang dimiliki suatu bentuk. Mereka pun akan mengerti bah
wa tidak semua bentuk memiliki sisi yang sama panjangnya.
Gunting kertas memanjang, tipis. Buat sebagian besar sama panjang, sedang
kan yang lain lebih pendek
Tunjukkan kepada anak tentang cara menciptakan bujur sangkar dari empat
potong kertas yang panjangnya sama. Perhatikan apakah dia dapat membuat
sendiri bujur sangkarnya tanpa bantuan.
Minta anak untuk menciptakan segi empat dari dua potong kertas yang pan-
jang dan dua potong kertas yang pendek.
Minta dia untuk mencipta segitiga. Mula-mula dari tiga potong kertas yang
sama panjang, kemudian dari tiga potong kertas dengan panjang berbeda.
* Tunjukkan suatu bentuk yang tak dapat diciptakan dengan menggunakan
sisi yang lurus seperti lingkaran dan oval

BUJUR SANGKAR BESAR (MULAI 4 TH)
Permainan sederhana ini menunjukkan kepada anak-anak cara untuk menggabungkan bentuk, sehingga dapat menciptakan bentuk yang baru.

Kumpulkan beberapa balok berbentuk bujur sangkar dan balok segitiga
Mintalah anak untuk menyatukan empat buah balok. Jelaskan bahwa dia telah
menciptkan sebuah bujur sangkar besar dari empat bujur sangkar yang lebih kecil
Mintalah anak untuk menambahkan lebih banyak bujur sangkar di seputar garis
pinggirnya untuk menciptakan bujur sangkar yang lebih besar
Berikan tantangan kepada anak yang lebih besar untuk menciptkan bujur sang-
kar kecil dari dua buah balok segi tiga atau bujur sangkar yang lebih besar dari
delapan buah balok segi tiga. Perhatikan apakah dia dapat membuat segi empat
dari enam balok bujur sangkar. Balok manakah dan berapa banyak yang diperlu-
kan untuk menciptakan sebuah rumah dengan atap segitiga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s