PAUD ISLAMI

A. Latar Belakang

Rasulullah Swt bersabda uthlubul’ilma minalmahdi ilallakhdi yang artinya tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Hadits tersebut menekankan betapa pentingnya seseorang belajar sedini mungkin, bahkan sejak dalam buaian. Karena pada dasarnya, ketika seorang manusia telah terlahir ke dunia ini, ia telah dilengkapi berbagai perangkat seperti panca indera dan akal untuk menyerap berbagai ilmu.

Sejak dini anak harus diberikan berbagai ilmu (dalam bentuk berbagai rangsangan/stimulan). Mendidik anak pada usia ini ibarat membentuk ukiran di batu yang tidak akan mudah hilang, bahkan akan melekat selamanya. Artinya, pendidikan pada anak usia dini akan sangat melekat hingga anak dewasa. Pendidikan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Keberhasilan pendidikan usia dini ini sangat berperan besar bagi keberhasilan anak di masa-masa selanjutnya.

Pendidikan yang tepat pada usia dini akan menjadi pondasi keberhasilannya pada masa yang akan datang. Anak akan menjadi sebuah individu yang cerdas, penuh percaya diri dan mampu mengarungi kehidupan dengan segala tantangannya dengan baik. Dia akan menjadi manusia yang berkualitas, berkepribadian kuat dan berguna bagi masyarakat. Hal tersebut dapat dipenuhi dengan pendidikan anak usia dini yang berbasis akidah Islam. Pendidikan anak usia dini yang berbasis agama Islam adalah membentuk anak yang berkepribadian Islam, yaitu memiliki aqidah Islam sebagai landasan ketika berpikir dan bersikap didalam menjalani kehidupan. Anak yang memiliki kepribadian Islam adalah anak yang memiliki kelebihan dalam banyak hal, sehingga mereka bisa dikatakan sebagai Anak unggul. Anak unggul adalah anak yang sholeh/sholehah, cerdas, sehat dan pemimpin. Anak unggul adalah anak yang terarah cara berpikir dan bersikapnya berdasarkan akidah Islam dan memiliki kemampuan serta keterampilan yang bisa ia gunakan untuk kehidupannya sendiri maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga mereka siap menjadi pemimpin dimasa mendatang yang akan memberi sumbangan yang besar bagi kemajuan peradab suatu bangsa di mana mereka hidup.

Atas dasar hal tersebut, maka kurikulum yang dikembangkan dalam Model PAUD Berbasis Agama Islam ini adalah program kegiatan belajar/kurikulum dengan pendekatan kelas berpusat pada anak, pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) dipadukan dengan strategi pembelajaran tematik, yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah PAUD Islam itu?

2. Apa saja ruang lingkup kurikulum dalam PAUD Islam?

3. Apa saja pendekatan pembelajaran dalam PAUD Islam?

C. Tujuan

1. Dapat mengetahui tentang PAUD Islam.

2. Dapat mengetahui ruang lingkup kurikulum dalam PAUD Islam.

3. Dapat mengetahui tentang pendekatan pembelajaran dalam PAUD Islam.

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian PAUD Islam

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

PAUD Berbasis Agama Islam adalah adalah salah satu layanan pendidikan anak usia dini pada jalur nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan umum dan pendidikan keagamanan Islam bagi anak berusia dua tahun sampai enam tahun.

Tujuan pendidikan anak dini usia berbasis Islam adalah membentuk anak yang berkepribadian islam, yaitu memiliki aqidah Islam sebagai landasan ketika berpikir dan bersikap didalam menjalani kehidupan. Anak yang memiliki kepribadian Islam adalah anak yang memiliki kelebihan dalam banyak hal, sehingga mereka bisa dikatakan sebagai Anak unggul. Anak unggul adalah anak yang sholeh/sholehah, cerdas,sehat dan pemimpin. Anak sholeh/ah adalah anak yang banyak melakukan amal yang diridloi oleh Allah SWT dan orang tuanya.

B. Ruang Lingkup Kurikulum PAUD Islam

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Agama Islam digunakan sebagai acuan penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan.

Kurikulum PAUD Berbasis Islam ini menggunakan kurikulum PAUD yang disusun oleh Tim Pengembang berdasarkan accuan Menu Pembelajaran Generik dari Direktorat PAUD Ditjen PNFI Depdiknas dan memperhatikan 9 kemampuan belajar anak diintegrasikan dengan akidah Agama Islam, yang meliputi : kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan visual spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan spiritual.

Ruang lingkup Aspek-aspek pengembangan :

a. Pengembangan nilai moral agama

b. Pengembangan fisik

c. Pengembangan bahasa

d. Pengembangan kognitif

e. Pengembangan social emosional

f. Pengembangan seni

C. Pendekatan Pembelajaran

1. Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini berbasis Agama Islam hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a. Berorientasi pada kebutuhan anak

Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis. Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.

b. Belajar melalui bermain atau bermain sambil belajar

Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini, dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.

c. Kebermaknaan

Sesuatu yang bermakna bagi anak menunjukkan pada pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dengan minat-minatnya. Pelaksanaan pembelajaran PAUD yang masih lebih menekankan pada kegiatan akademik (membaca, menulis, dan berhitung) serta hafalan yang kurang bermakna bagi anak, seyogyanya diarahkan pada pembelajaran yang berpusat pada minat-minat anak dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.

d. Pendekatan kreatif dan inovatif

Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang menarik dan membangkitkan rasa ingin tahu anak untuk berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru.

e. Lingkungan yang kondusif

Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyaman yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.

f. Menggunakan pembelajaran terpadu

Model pembelajaran terpadu berdasarkan tema yang menarik dan dapat membangkitkan minat anak (center of interest). Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.

g. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup

Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu menolong diri sendiri mandiri dan bertangung jawab serta memiliki disiplin diri, mampu bersosialisasi dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

h. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar

Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan.

i.Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak

yaitu anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi, siklus belajar anak selalu berulang, anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebaya, perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual dan anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit, dari kongkrit ke abstrak, dari gerakan ke verbal dan dari keakuan ke rasa sosial.

2. Pendekatan Kurikulum

PAUD Berbasis Islam di Kelompok Bermain mengembangkan program kegiatan belajar/kurikulum dengan pendekatan kelas berpusat pada anak, pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) dipadukan dengan strategi pembelajaran tematik berintegrasi dengan nilai-nilai Islam

a. Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum

Pendekatan kelas yang berpusat pada anak (child centered approach) adalah suatu kegiatan belajar dimana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau antara anak dengan anak lainnya, dengan ciri sebagai berikut : (1) berorientasi pada perkembangan anak, (2) berorientasi pada bermain, (3) berdasarkan proses, dan (4) bersifat terbuka / bebas.

b. Pengembangan Tematik

Sedangkan pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang pengembangan untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Keterpaduan pada pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Pembelajaran tematik diajarkan pada anak karena pada umunya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistic) perkembangan fisiknya tidak pernah dapat dipisahkan dengan perkembangan mental, social dan emosional.

Kekuatan pembelajaran tematik adalah : (1) Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak, (2) Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak, (3) Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna, (4) mengembangkan keterampilan berpikir anak dengan permasalahan yang dihadapi, dan (5) Menumbuhkan keterampilan social dalam bekerja sama, toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

c. Pengembangan Sentra

Pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pembelajaran anak usia dini dengan kegiatan bermain melalui sentra-sentra. Setiap sentra memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatan bermain sensorimotorik, simbolik dan pembangunan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan aspek-aspek perkem bangan anak yang meliputi perkembangan moral dan agama, kognitif, fisik, sosio emosional, bahasa dan seni. Setiap sentra juga mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak. Sentra-sentra yang dikembangkan terdiri dari :

1) Sentra Main Peran, adalah tempat bermain sambil belajar untuk mengembangkan imajinasi , imtag, iptek dan akhlaqul karimah.

2) Sentra Bahan Alam, adalah adalah tempat anak melakukan kegiatan dengan berbagai alat dan bahan alam ciptaan Allah, baik yang kering dan yang basah disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Dengan berbagai alat dan bahan alam tersebut, Insya Allah akan membantu mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dan ke 6 aspek bidang pengembangan anak melalui metode bermain sambil belajar integrasi pendidikan Imtaq.

3) Sentra Seni dan Kreatifitas, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan, akhlaqul karimah, kemampuan kognitif dan berbahasa, dengan menggunakan sarana penunjang. Sentra ini juga sebagai tempat untuk mengenalkan anak tentang berbagai macam budaya bangsa ciptaan Allah yang berbeda-beda, baik perbedaan suku, makanan, tradisi/kebiasaan dan agama yang ada. Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kreatifitas anak, serta mengembangkan motorik halus dan motorik kasar anak dalam menggunakan berbagai alat musik yang sederhana.

4) Sentra Balok, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan ke 6 aspek bidang pengembangan dengan bantuan alat-alat permainan edukatif dan guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator serta teman bermain anak. Bermain dengan balok mengenalkan pada konsep matematika seperti : bentuk, ukuran, jumlah, pecahan, ruang, luas, sempit, dll.

5) Sentra Persiapan, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan 6 aspek bidang pengembangan kemampuan anak dengan integrasi Imtaq dan Akhlaqul Karimah serta untuk mengembangkan persiapan membaca, persiapan menulis dan persiapan matematika dan kegiatan khusus lainnya, terutama untuk usia 5 – 6 tahun

Kegiatan di masing-masing sentra menggunakan tahap-tahap pembelajaran sebagai berikut :

1) Pijakan lingkungan main

Pada tahap ini, pendidik mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk bermain anak. Dalam penataan lingkungan pendidik seharusnya memperhatikan pengelompokan dan penataan bahan main, penggunaan warna, penataan alat dan perabot dan jumlah serta jenis bahan main yang dipilih. Pendidik sebaiknya menyiapkan tiga tempat bermain pada setiap anak.

2) Pijakan sebelum main

Merupakan tahap kegiatan, dimana guru mempersiapkan anak untuk bermain sesuai dengan tema yang ditentukan. Kegiatan ini dilaksanakan di tiap-tiap sentra kegiatan. Persiapan dilakukan melalui bernyanyi, bercerita, menjelaskan aturan main dan membuat kesepakatan-kesepakatan dengan anak.

3) Pijakan saat main

Pada tahap in, guru mengamati anak-anak untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan teman sebaya, berbagi informasi dan memecahkan masalah.

4) Pijakan setelah main

Tahap ini dilakukan setelah bermain selesai dilakukan. Pendidik meminta anak untuk menceritakan pengalamannya saat bermain sebagai upaya untuk mengingatkan kembali pengalaman bermainnya. Di samping itu pendidik mendorong anak untuk membereskan alat bermain.

3. Metode Pembelajaran

Metode yang digunakan adalah multi-metode dapat melalui simulasi, bermain peran, demonstrasi, eksperimen, tanya jawab, ceramah bervariasi, penugasan terhadap anak.

C. Penilaian

Penilaian dapat dilakukan dengan cara`antara lain : pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan siap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu.

Alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak adalah :

1. Portofolio, yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembang.

2. Unjuk kerja (performance), merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktik baca do’a, melakukan gerakan sholat dll.

3. Penugasan (Project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaanya. Misalnyamelakukan percobaan menanam biji.

4. Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

D. Rambu-Rambu

1. Kurikulum untuk PAUD Berbasis Islam ini merupakan acuan bagi para pendidik, orang tua dan orang dewasa lain untuk digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak. Kurikulum harus dipahami secara keseluruhan, bukan bagian-per bagian.

2. Kompetensi dasar merupakan pengembangan aspek perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan usianya berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati.

3. Hasil belajar merupakan cerminan kemamampuan anak yang dicapai dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.

4. Indikator merupakan hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.

5. Standar kompetensi /perkembangan ini merupakan standar perkembangan minimal. Pendidik dapat memberikan pengayaan apabila anak telah menguasai kemampuan pada tahap perkembangannya.

5. Penggunaan kurikulum ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan lingkungan sosial dan budaya anak.

E. Proses pembelajaran Islam dilakukan dengan cara :

1. Pembelajaran di awali dengan berbaris dihalaman dengan membaca do’a belajar bersama

2. Klasikal, mlapalkan Al-Qur’an surat-surat pendek dan dio’a harian

3. Kegiatan motorik halus seperti ; mewarnai, menggunting, melipat, menempel, menggambar, memindahkan air kedalam botol, puzzle, mengerjakan maze, menyusun balok.dll.

4. Motorik kasar seperti; melompat, berlari, melempar dan menangkap bola, merangkak, dll.

5. Pengenalan huruf hijaiyah dan alfabet, secara klasikal dan privat.

6. Free test hapalan yang sudah disampaikan.

7. Pendekekatan emosional anak dengan cara menanyakan kegiatan yang akan berlangsung dan kegiatan di rumah.

8. Setiap hari Jum’at dibiasakan untuk belajar sholat dhuha bersama.

F. Peran Guru dalam Pembelajaran

1. Peran dalam perencana

Peranan guru sebagai perancana dalam pembelajaran adalah guru merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama anak didik. Bentuk-bentuk perencanaan dalam proses pembelajaran di TK Islam adalah:

a. Perencanaan Tahunan

Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan keterampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun. Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan sekolah setempat. Perencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah.

b. Perencanaan Semester

Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator yang ditata secara urut, serta sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester I dan semester II.

c. Perencanaan Mingguan (Satuan Kegiatan Mingguan)

Perencanaan mingguan disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema.

d. Perencanaan Harian (Satuan Kegiatan Harian)

Perencanaan harian disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat.makan dan kegiatan akhir.

2. Peran dalam pelaksana

Setelah rencana pembelajaran selesai disusun maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya guru memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Kembangkan rencana yang telah kita susun dan perhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada hari itu.

b. Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja anak.

c. Bantu anak untuk memahami tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran.

d. Lakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaita dengan tema sehingga kita dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari pada hari itu. Bantu dan doronglah anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya.

e. Adakan kerjasama dengan orang tua atau keluarga secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, informasikan tema kepada pihak oang tua atau keluarga sehingga orang tua ikut serta mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

3. Peran dalam evaluator

Peranan guru TK sebagai evaluator adalah melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Penilaian dilakukan secara observasi dan pengamatan terhadap cara belajar anak baik individual atau kelompok. Tujuan penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang dicapai oleh anak. Evaluasi harus mampu memperdayakan guru, anak dan orang tua. Setelah mempelajari dan memahami penjelasan mengenai peranan guru, tampaklah bahwa tugas dan tanggung jawab seorang guru TK tidaklah mudah dalam kegiatan pembelajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s