PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

“TUMBUH KEMBANG ANAK”

Disampaikan oleh:

DRA. LILIS MADYAWATI, M. Si

Asesor Akreditasi BANPNF

TUMBUH KEMBANG ANAK

Tumbuh (pertumbuhan) berkenaan dengan pertumbuhan ukuran organ tubuh

Kembang (perkembangan) berkenaan dengan perubahan fungsi organ tubuh

PERTUMBUHAN Berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran organ individu dan hal ini dapat diukur melalui ukuran berat, ukuran panjang, besar lingkaran kepala. Semua hal ini memerlukan proses pemantauan yang tepat. PERKEMBANGAN Adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Peristiwa perkembangan ini biasanya berkaitan dengan masalah psikologis seperti kemampuan gerak kasar dan halus, intelektual, sosial dan emosional.

 

My Name Is Today

Kita malu telah melakukan berbagai kesalahan dan kelalaian

Tetapi kejahatan terbesar kita adalah

Karena menelantarkan anak-anak kita

Mengabaikan mata air kehidupan

“Anak bukanlah miniatur orang dewasa tetapi mereka adalah makhluk kecil yang diyakini memiliki potensi diri untuk berkembang.”

CIRI-CIRI ANAK (Maria Monstessori)

1.Semua anak mempunyai ingatan yang mudah menyerap /cepat belajar

2.Semua anak belajar melalui bermain                                     belajar ide-ide baru, adaptasi sosial, mengatasi masalah-masalah emosi

3.Semua anak melalui sejumlah tahap perkembangan setiap tahap saling berkaitan

4.Semua anak ingin kebebasan dalam menunjukkan kemampuan/keterampilan yang dimiliki

Karakteristik AUD

Suka meniru

Selalu ingin mencoba

Spontan

Riang

Selalu ingin tahu

Unik

Suka bermain

dll

Pembentukan Sinaps

  • Lahir-3 tahun: banyak dan cepat.
  • Usia 3-8 tahun: kepadatan sinaps 2 kali lipat orang dewasa.
  • Usia 8-18 tahun: terjadi pemangkasanàpenurunan kepadatan sinaps.

Sumber:  Huttenlocher, 1987; Jernigan, dkk, 1991; Pfefferbaum dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb et al, 1999; Huttenlocher, 1999)

KEPADATAN SINAPS SEJAK LAHIR SAMPAI 14 TAHUN

SINAPS YANG SUDAH TERBENTUK

GIZI

Gizi amat berperan di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak.

Zat gizi yang diperlukan terdiri dari

1.Zat gizi makro:

Energi, Protein, dan Lemak

  1. Zat gizi mikro:

Vitamin dan Mineral

STIMULASI PENDIDIKAN PADA ANAK

Memahami karakteristik anak

Didasarkan pada tahap-tahap tumbuh kembang anak

Memperhatikan seluruh aspek kecerdasan anak

Ciptakan suasana yang menyenangkan, tidak membosankan dan tidak memaksa

Dimensi Kecerdasan Jamak (Multiple intelligences)

vKecerdasan Spiritual

vKecerdasan linguistik (Merangkai kalimat, bercerita)

vKecerdasan logika dan matematika (cerdas angka dan rasional, pemecahan masalah)

vKecerdasan spasial (cerdas ruang/tempat/gambar)

vKecerdasan kinestetika-raga (cerdas raga, olah tubuh)

vKecerdasan musik (nada, irama, lagu, musik)

vKecerdasan interpersonal (memahami dan menyesuaikan diri dengan oranglain)

vKecerdasan intrapersonal (memahami dan kontrol diri sendiri)

vKecerdasan naturalis (menikmati dan memanfaatkan alam untuk kebaikan lingkungan)

MANFAAT BERMAIN UNTUK ANAK

Bermain adalah salahsatu cara untuk membentuk kepribadian dan kecerdasan anak.

Dalam melakukan aktivitas bermain, anak tidak menyadari kalau dirinya juga belajar. Mereka bermain dengan perasaan senang, lucu, spontan, dan tidak ada unsur paksaan.

Anak yang selalu gembira akan memiliki pertumbuhan badan dan perkembangan jiwa yang baik.

“Permainan Anak itulah Pendidikan”

(Ki Hadjar Dewantara)

ANAK BELAJAR MELALUI SELURUH INDERA YANG DIMILIKI DENGAN CARA BERMAIN DAN KEGIATAN LAIN YANG MENYENANGKAN UNTUK MENGEKSPLORASI LINGKUNGANNYA

A CHILD

A child is a butterfly in the wind

Some can fly higher than other

But each one flies the best it can

Why compare one against the other

Each one is different

Each one is special

Each one is beautiful

Pendekatan pada Anak yang dapat dilakukan Pendidik

Otoriter

Permisive

Demokratis

Otoriter

Adalah cara mendidik yang bersifat keras, tegas dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah pendidik. Tujuannya agar anak menurut, disiplin, tertib dan tidak banyak kemauan atau melawan.

Kelebihannya: sekolah atau keluarga terlihat aman, tertib tidak ada masalah, disiplin, tenang dan semua anak menurut.

Kekurangannya: Anak tidak memiliki kreativitas, penakut, rendah diri, tidak ada kemauan untuk mencoba atau menciptakan hal-hal baru.

Permisive

Pendekatan ini lebih banyak memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak, berbuat atau berkreasi. Pendidik lebih banyak membiarkan, memantau dan mengawasi seandainya anak menghadapi bahaya.

Kelebihannya: tidak banyak resiko, dan tugas pendidik terasa ringan.

Kekurangannya: tidak mempunyai tujuan pendidikan yang jelas dan terencana

Demokratis

Cara pendekatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk menampilkan kreativitasnya, tetapi dengan penuh bimbingan pendidik.

Anak dapat bebas tetapi masih di bawah pengawasan dan pemantauan pendidik. Dalam mendidik anak tidak dikekang malah diberi peluang untuk berbicara, berpendapat, mengemukakan pandangan dan berargumentasi.

PENDIDIKAN ANAK USIA REMAJA

Setelah melewati masa kanak-kanak, maka seorang manusia akan masuk ke masa peralihan menuju dewasa. Masa tersebut dinamakan masa remaja.

Ditandai dengan perubahan fisik, kognisi, kepribadian, dan sosial.

Perubahan fisik ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi karena kematangan seksual telah tercapai. Secara fisik, remaja tak mau lagi dianggap sebagai anak kecil yang bisa disuruh atau dilarang. Mereka berani protes, dan dilakukan secara terang-terangan maupun secara diam-diam.

Perubahan kognisi meliputi perubahan proses berpikir masa kanak-kanak yang berorientasi konkrit menjadi proses berpikir abstrak.

Perubahan kepribadian dan sosial ditunjukkan dengan adanya kebutuhan yang lebih besar untuk terlibat dalam lingkungan, khususnya kelompok seusianya.

Menjalin komunikasi dengan remaja harus dilakukan dengan hati-hati dan lemah lembut.

Cara yang dapat dilakukan orangtua dan pendidik terhadap remaja, antara lain:

Jadikan remaja sebagai teman bicara, bukan lawan bicara seolah-olah mereka kita tuding sebagai permasalahan

Jadilah orangtua yang bijak dengan mengajak remaja untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya dan bersama-sama mengatasi permasalahan yang ada.

Hargailah pendapat remaja

Bimbing dan arahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s