TUMBUH KEMBANG ANAK (2)

lP A U D

l

lOLEH

lDRA. LILIS MADYAWATI .M.SI

lPADU DITINJAU DARI SEGI NEUROLOGI

lBBL bahkan janin yang masih berusia 7 bulan dalam kandungan sudah dapt bereaksi terhadap rangsangan dari luar

lBbl sudah menunjukkan reaksi emosi

lOtak merupakan komputer istimewa yang yang mempunyai daya menyimpan ingatan pengalaman sehari-hari

lAlat-alat dalam tubuh dapat bekerjasama dengan baik karena adanya persarafan yang mempunyai pusat bersama yaitu di otak

l

lAnak yang kurang atau tidak mendapat pengasuhan ibu yang baik dapat menjadi seorang yang agresif, mudah melakukan kekerasan.

lPada masa perkembangan, otak harus mendapat perangsangan, pemograman yang baik, seimbang.

lOTAK

lBBL à   sekitar 350 gram.

lPada umur 3 bulan à 500 gram,

lumur 9 bulan à 750 gram,

lumur 1,5 tahun à sekitar 1 kg.

lpada orang dewasa à 1300 gram.

Pertumbuhan otak yang tampak pada peningkatan beratnya seperti di atas, bukan disebabkan oleh bertambahnya jumlah sel saraf tetapi oleh tumbuhnya percabangan juluran dan terbentuknya simpai lemak disekitar serat-serat saraf yang sudah ada.

lKeajaiban otak

lDigunakan dengan belajar maka cabang-cabang dan ranting-ranting juluran sel saraf tumbuh berkembang, menjalin hubungan-hubungan yang semakin rimbun

lJika tidak digunakan maka cabang-cabangnya akan menyusust dan dapat menghilang hingga hubungan antar sel menjadi kurang rimbun.

lPADU DITINJAU DARI SEGI PSIKOSOSIOKULTURAL

Dalam budaya kita à pendidikan anak dini usia adalah kewajiban ibu, lagipula, pendidikan anak ini berlangsung di rumah sehimngga tiodak diperlukan PAUD baik yang formal, informal maupun non formal.

l

Padahal PAUD diperlukan karena alasan berikut:

lAnak berhak untuk hidup sesuai dengan potensi yang dimiliki

lAnak merupakan penerus nilai nilai masyarakat untuk masa depan dan harus dimulai sejak dini

lAnak merupakan investasi bagi masa depan, Anak yang terdidik dan berkembang baik secara ekonomis akan menguntungkan di masa yang akan datang

lProgram PADU dapat membantu program lain secara terintegrasi ex prog kes.

l

l

lProgram PADU dapat digunakan sebagai kegiatan RT, RW atau kelurahan

lUsia dini usia adalah masa kritis dan sekaligus masa emas

lGlobalisasi dan perubahan yang sangat cepat dalam dunia informasi à timbulnya perubahan sosio dan budaya masy. Ex >>ibu bekerja

l

lPENGERTIAN

lPerkembangan ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.

lbersifat kualitatif à pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan

l

lPengetahuan tentang perkembangan anak itu yang diaplikasikan dalam PADU dan disebut sebagai pendidikan yang mempraktekkan perkembangan serta cara belajar anak.

lKurikulumnya disebut sebagai kurikulum yang sesuai dengan perkembangan (developmentally appropriated Curriculum) à mendidik anak dengan cara yang cocok dengan cara anak berkembang dan belajar

l

lPendekatan tersebut juga memungkinkan terjadinya zone of proximal development, yaitu dimana fasilitator atau orang yang lebih pandai dari dirinya dijadikan tempat bertanya untuk meningkatkan kemampuannya melebihi dari apa yang dimilikinya.

l sebanyak mungkin melibatkan anak dalam kegiatan meneliti, menguji, memanipulasi, dan bereksperimen dengan berbagai macam benda yang menarik bagi anak seusia mereka

lArea Perkembangan

Ada 4 area yang perlu ditingkatkan dalam PAUD:

lPerkembangan fisik, yang bertujuan agar anak mampu mengontrol gerakan kasar secara sadar dan untuk keseimbangan, mengontrol gerakan halus

lPerkembangan sosial-emosional, yang bertujuan untuk mengetahui diri sendiri dan orang lain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, berperilaku sesuai dengan perilaku prososial

l

lPerkembangan kognitif yang bertujuan untuk belajar dan memecahkan masalah, berfikir logis

l

lPerkembangan bahasa bertujuan agar anak mampu mendengar secara aktif dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa, memahami sesuatu dapat diwakilkan dengan tulisan dan dapat dibaca

lPARADIGMA BARU PAUD

1.Perubahan struktur dan fungsi keluarga serta peran anggotanya diberbagai kalangan masy. à adanya perubahan dalam pendidikan dan pengasuhanà PAUD merupakan salah satu pilar yang dapat mendukung dan membantu kehidupan keluarga dalam pendd dan pengasuhan anak.

l

  1. Pengaruh penelitian neuroscience àorganisasi struktural ditentukan secara genetik tetapi cara berfugsinya ditentukan melalui interaksi dengan lingkungannya. Lahir memiliki 100-200 milyar sel otak, siap untuk mengembangkan bbrp trilyun informasi, tergantung lingk.

à belahan otak kanan lebih bersifar lateral (mengarah kesamping), divergen sedang belahan otak kiri bersifat vertikal dan konvergen à belajar dengan memanfaatkan kedua belahan otak -menguntungkan

l

à Percepatan belajar (accelerated learning) dan peningkatan kadar mental (escalated learning) dimungkinkan karn stimulus dalam pemerkayaan lingkungan sehingga aktifitas sinaptik dipercepat.

  1. Keterlibatan masy dan pemerintah dalam PAUDà PAUD adalah investment terhadap masa depan. Lebih hemat menginvestasikan pembinaan anak untuk baca tulis dll daripada program pemberantasan buta huruf bagi orang dewasa.

l

  1. Special education needs (SEN) dan developmentally appropriate practice (DAP) à kebutuhan khusus pendidikan (SEN) mengisyaratkan perolehan perlakuan pendidikan sesuai perkembangan, namun kesempatan dan peluang bagi setiap anak harus sama à layanan PAUD memperhatikan lebih memperhatikan anak sebagaimana adanya.

l

5.Cara Belajar Siswa Aktif à prakarsa dan bebas berekspresi akan menghasilkan potensi kreatif anak teraktualisasikan.

  1. anak dipandang sebagai individu yang utuh à perlu penanganan dari berbagai pihak: klg, sekolah, masyarakat, pemerintah dan profesional yang terkait

7.Implikasi à makin dini stimulus yang diberikan, makin banyak peluang untuk belajar menjadi perolehan pengalaman kehidupan.

lKelembagaan

lUU No. 20/2003 bagian ke tujuh pasal 28 à1. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. 2. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan informal sehingga membuka peluang masyarakat seluas-luasya untuk berpartisipasi peuh dalam PAUDà prinsip dasarnya adl kaidah dan praktik-praktik pedagogis.

lPAUDà gerakan yang menyeluruh, dan keluarga harus memahaminya.

lKetenagaan

lSeluruh orang tua yang memiliki anak dini usia

lSaat dilembagakan àtenaga yang memiliki kemampuan khusus di bidang tsb. Sesuai hakikat perkembangan anak dini usia bersifat holistik, maka pendidikan harus didekati dari aspek medis, psikologis, pedagogis maupun sosiokultural à tenaga pendidikan PAUD perlu memiliki pemahaman multi dimensional tentang anak usia dini

lTahapan Tumbuh Kembang

1.Masa prenatal atau masa intra uterin ( masa janin dalam kandungan)

2.Masa bayi (infancy ) umur 0 – 11 bulan

3.Masa anak di bawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan)

4.Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan)

5.Masa sekolah atau masa pubertas (Wanita: 6–10 tahun, laki-laki: 8-12 tahun)

6.Masa adolesensi atau masa remaja (wanita: 10-18 tahun, laki-laki: 12-20 tahun)

lCiri-ciri perkembangan:

lPerkembangan terjadi secara simultan dengan pertumbuhan.

lPerkembangan melibatkan perubahan

lPerkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya.

lPerkembangan menpunyai pola tetap

lPerkembangan mempunyai tahap yang berurutan

lPerkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda

lSeperti halnya pertumbuhan, perkembangan berlangsung dalam kecepatan yang berbeda-beda.

lPada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembanganpun demikian, terjadi peningkatan mental, ingatan, daya nalar, asosiasi dan lain-lain.

lFaktor-Faktor yang Mempengaruhi tumbuh kembang

lFaktor dalam (internal)

lPerbedaan ras/etnik atau bangsa.

lKeluarga

lUmur

lJenis kelamin

lKelainan genetik

lKelainan kromosom

lFaktor…….(lanjutan)

lFaktor luar (external)

lGizi

lPenyakit kronis/kelainan kongenital

lLingkungan fisis dan kimia

lPsikologis

lEndokrin

lSosio-ekonomi

lLingkungan pengasuha

lObat-obatan

lKebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang

lKebutuhan fisis-biomedis (asuh)

lKebutuhan akan kasih sayang/emosi (asih)

lKebutuhan latihan/rangsangan/bermain (asah)

lDeteksi Dini Tumbuh Kembang Balita

lMasa yang paling menentukan à masa di dalam kandungan ibunya dan kira-kira dua tahun sesudahnya à sel otak sedang tumbuh dan menyempurnakan diri secara pesat sekali kemudian bertambah lambat sedikit demi sedikit sampai anak berumur lima tahun.

lPengertian Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita

lDeteksi dini merupakan upaya penjaringan yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor risiko (fisik, biomedik, psikososial) pada balita.

lKegunaan Deteksi Dini

lUntuk mengetahui penyimpangan tumbuh kembang balita secara dini à sehingga upaya pencegahan, upaya stimulasi dan upaya penyembuhan serta pemulihan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas sedini mungkin pada masa-masa kritis proses tumbuh kembang.

lUpaya-upaya tersebut diberikan sesuai dengan umur perkembangan anak, dengan demikian dapat tercapai kondisi tumbuh kembang yang optimal.

lPelaksanaan Deteksi Dini

lPelaksana à tenaga profesional, kader dan orang tua atau anggota keluarga lainnya yang mampu dan terampil

lTempat àdi pusat-pusat pelayanan kesehatan, di posyandu, di sekolah-sekolah dan di lingkungan rumah tangga.

lAlat Untuk Melakukan Deteksi Dini

  1. Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan, terdiri dari:

lBerat badan menurut tinggi badan anak

lPengukuran lingkar kepala anak (PLKA)

b.Deteksi Dini penyimpangan Perkembangan, terdiri dari:

1)     Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)

2)     Tes Daya Lihat (TDL)

3)     Tes Daya Dengar Anak (TDD)

  1. Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional, terdiri dari:

1)     Deteksi dini Autis dengan Checlist for Autism in Toddlers        (CHAT)

2)     Deteksi Dini Gangguan Perhatian Dan Hiperaktivitas (GPPH)

lStimulasi Bermain

Pengertian

lMenurut Soetjiningsih, (1995) stimulasi adalah perangsangan yang datangnya dari lingkungan di luar individu anak. Anak yang banyak mendapatkan stimulasi akan lebih cepat berkembang daripada anak yang kurang atau bahkan tidak mendapatkan stimulasi. Memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada setiap aspek perkembangan anak berarti telah memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

lPengertian stimulasi

lMoersintowarti, (2002) à perangsangan dan latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan di luar anak.

lOrang tua hendaknya menyadari pentingnya memberikan stimulasi bagi perkembangan anak

l

lPengertian …..

lMenurut Sacharin, (1993) à

bermain : aktivitas di mana individu dapat menggunakan proses mentalnya untuk mengembangkan imajinasinya serta memberikan ekspresi terhadap pemikiran kreatif.

lPengertian….

lSedangkan Nursalam, Susilaningrum, dan Utami, (2005) bermain :suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, meskipun hal tersebut tidak menghasilkan komoditas tertentu misalnya keuntungan finansial (uang).

lAnak bebas mengekspresikan perasaan takut, cemas, gembira, atau perasaan lainnya.

l

lBermain

lmenumbuhkan rasa ingin tahu,

lmengasah kemampuan, dan rasa percaya pada diri sendiri.

lmempersiapkan anak untuk dapat mengerjakan tugas-tugas sekolah dan untuk belajar keterampilan.

lMendorong anak bermain dengan menyediakan bahan-bahan dan ide-ide adalah salah satu kebutuhan dasar.

lmemperoleh stimulasi mental yang merupakan cikal bakal dari proses belajar

lKonsep stimulasi

lHealy, (1994) : jaringan serabut syaraf akan terbentuk apabila ada kegiatan mental yang aktif dan menyenangkan bagi anak.

lSetiap respons terhadap penglihatan, bunyi, perasaan, bau, dan pengecapan akan memperlancar hubungan antar neuron (pusat syaraf).

lMakin sering otak bekerja, maka ia akan semakin mahir dan terampil.

l“setiap anak akan menganyam jaringan intelektualnya”.

lFaktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan bermain

lKesehatan

lInteligensi

lJenis kelamin

lLingkungan

lStatus sosial ekonomi

lMacam-macam kegiatan bermain pada anak

Bermain aktif

lKegiatan yang memberikan kesenangan dan kepuasan pada anak melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri.

lmelibatkan banyak aktivitas tubuh atau gerakan-gerakan tubuh

lBermain bebas dan spontan atau eksplorasi

lDrama

lBermain musik

lMengumpulkan atau mengoleksi sesuatu

lOlah raga

lMacam

Bermain pasif

lHiburan (amusement) merupakan salah satu bentuk bermain pasif. memperoleh kesenangan bukan berdasarkan kegiatan yang dilakukannya sendiri

lMembaca

lMendengarkan radio

lMenonton TV

l

lPrinsip-prinsip dalam kegiatan bermain

  1. Perlu ekstra energi
  2. Waktu yang cukup

stimulus yang diberikan dapat optimal. mempunyai kesempatan yang cukup untuk mengenal alat-alat permainannya.

  1. Alat bermain

harus sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. harus aman dan mempunyai unsur edukatif bagi anakJangan sampai mainan tersebut membuat bosan atau sebaliknya justru membuat stress anak karena stimulus yang diterima oleh anak tidak sesuai dengan usianya.

lPrinsip…

  1. Ruang untuk bermain
  2. Pengetahuan cara bermain
  3. Teman bermain

Ada saat-saat tertentu di mana anak   bermain sendiri agar dapat   menemukan   kebutuhannya sendiri.   Teman diperlukan   untuk mengembangkan sosialisasi anak dan   membantu anak dalam memahami orang lain

l

lTahapan bermain

lSensory Motor Play (+ ¾ bulan – ½ tahun)

  Bermain dimulai pada periode perkembangan kognitif sensori motor, sebelum usia 3-4 bulan, gerakan atau kegiatan anak belum dapat dikategorikan sebagai bermain. Kegiatan anak semata-mata merupakan kelanjutan kenikmatan yang diperolehnya.

l

Symbolic atau Make Believe Play (+ 2 – 7 tahun)

lSymbolic atau make believe play merupakan ciri periode pra operasional yang terjadi antara usia 2-7 tahun

lyang ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura.

lPada masa ini anak juga lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka, ruang, kuantitas dan sebagainya.

lBermain simbolik juga berfungsi untuk mengasimilasikan dan mengkonsolidasikan (menggabungkan) pengalaman emosional anak. Setiap hal yang berkesan bagi anak, akan dilakukan kembali dalam kegiatan bermainnya.

lDalam perkembangan selanjutnya, kegiatan bermain simbolik ini akan semakin bersifat konstruktif dalam arti lebih mengarahkan anak untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

l

Social play games with rules (+ 8 tahun – 11 tahun)

lDalam bermain tahap yang tertinggi penggunaan simbol lebih banyak diwarnai oleh nalar, logika yang bersifat obyektif.

lSejak usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatan games with rules. Kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh aturan permainan

l

l

Games with rules & Sports (11 tahun keatas)

lKegiatan bermain lain yang memiliki aturan adalah olah raga.

lKegiatan bermain ini masih menyenangkan dan dinikmati anak-anak, meskipun aturannya jauh lebih ketat dan diberlakukan secara kaku dibandingkan dengan permainan yang tergolong games seperti kartu atau kasti.

lAnak senang melakukannya berulang-ulang dan terpacu untuk mencapai prestasi sebaik-baiknya.

lKONSEP PADU DI INDONESIA

lAnak usia dini sejak lahir-6 tahun à sosok individu makluk sosiokulturalà mengalami proses perkembangan yang sangat fundamental, memiliki potensi dan karakteristik tertentu

lAnak usia dini à sosok unik

lSebagai makluk sosiokultural à perlu tumbuh dan berkembang dalam suatu seting sosial tempat ia hidup dan perlu diasuh dan dididik sesuai nilai nilai sosiokultural yang sesuai dengan masyarakatnya

lMengalami perkembangan yang sangat pesat serta merupakan pembelajar yang aktif dan energik

lTUJUAN

lMenfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak à agar dapat tumbuh dan berkembang yang optimal

– dilaksanakan sesuai dgn tk   perkembangan anak

– melalui pemberian stimulasi pendidikan   dalam suasana bermain

– dapat melanjutkan kejenjang yang lebih   lanjut

lfungsi

lPengembangan segenap potensi anak

lPenanaman nilai-nilai dan norma-norma kehidupan

lPembentukan dan pembiasaan prilaku-prilaku yang diharapkan

lPengembangan pengetahuan dan keterampilan dasar

lPengembangan motivasi dan sikap belajar yang positif

l

l

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s