BAHASA INDONESIA ILMIAH

PENGERTIAN BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAHA.

 
Pengertian Bahasa Indonesia Ilmiah
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan untuk tujuan tertentu dankonteks ini akan menentukan ragam bahasa Indonesia yang harus digunakan(Faisol, 2012:1) . Faisol (2012) juga menjelaskan bahwa bahasa Indonesia ilmiahadalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Sebagai kegiatan yang bersifat resmi, ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalahragam bahasa Indonesia baku. Jadi, bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam bahasaIndonesia baku yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakatterpelajar.Puspandari (2008:10) dalam karyanya menuturkan ragam bahasa ilmu yangditunjukkan pada bagan berikut.
4Mahasiswa didasarkan dan berada di dunia akademi/ilmiah dan ragam bahasaIndonesia yang digunakan adalah ragam ilmiah, yang memliki ciri khas : cendekia,lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentasi, bertolak dari gagasan, formal danobjektif, ringkas dan padat, dan konsisten (Faisol, 2012:1).
B.
 
Ciri dan Karakter Bahasa Indonesia Ilmiah
Puspandari (2008:10) mengungkapkan bahwa ragam ilmu memiliki sifat sabagai berikut:1.
 
BakuRagam bahasa ilmu termasuk ragam bahasa baku. Oleh karena itu, ragam bahasa ilmu mengikuti kaidah-kaidah baku, yakni EYD, dan dalam ragamlisan menggunakan ucapan yang baku, menggunakan kata-kata, struktur frasa,dan kalimat yang baku atau sudah dibakukan.Contoh: Dikarenakan kekurangan dana, modal, tenaga ahli, dan lainsebagainya, maka proyek pembangunan sarana telekomunikasi di Indonesia bagian timur kita terpaksa serahkan kepada penguasa asing. (tidak Baku)Pada kalimat di atas terdapat kata dan struktur yang tidak baku, yaitu:dikarenakan, dan lain sebagainya, dan kita terpaksa serahkan. Kalimat diatasdapat diperbaiki sebagai berikut.Karena kekurangan modal, tenaga, daa lain-lain, maka proyek pembangunansarana telekomunikasi di Indonesia Timur terpaksa kita serahkan kepada pengsaha asing. (Baku)2.
 
Denotatif Kata-kata dan istilah yang digunakan haruslah bermakna lugas, bukankonotatif dan tidak bermakna ganda.
5Contoh: Sampai saat ini masyarakat desa Bojongsoang belum memperoleh penerangan yang memadai. (tidak lugas)Maksud kalimat diatas tidak jelas karena kata penerangan mengandung maknaganda, yaitu informasi atau listrik.Perbaikan: Sampai saat ini masyarakat desa Bojongsoang belum memperolehinformasi yang memadai atau sampai saat ini masyarakat desa Bojongsoang belum memperoleh listrik yang memadai.3.
 
Berkomunikasi dengan pikiran dari pada perasaanRagam bahasa ilmu lebih bersifat tenang, jelas, tidak berlebih-lebihan atauhemat, dan tidak emosional.Contoh: Sebaiknya letak kampus tidak dekat dengan pasar, stasiun, terminal,atau tempat-tempat ramai lain-lainnya, sebab jika dekat dengan tempat-tempatramai seperti itu kegiatan belajar akan mengalami gangguan. (tidak efisien)Perbaikan: Sebaiknya letak kampus tidak berdekatan dengan tempat-tempatyang ramai supaya kegiatan belajar tidak terganggu. (efisien)4.
 
Kohesif Agar tercipta hubungan gramatik antara unsur-unsur, baik dalam kalimatmaupun dalam alinea, dan juga hubungan antara alinea yang satu denganalinea yang lainnya bersifat padu maka digunakan alat-alat penghubung,seperti kata-kata penunjuk, dan kata-kata penghubung.5.
 
KoherenSemua unsur pembentuk kalimat atau alinea mendukung satu makna atau ide pokok.
66.
 
Mengutamakan Kalimat Pasif Contoh: Penulis melakukan penelitian ini di laboratorium.Perbaikan: Penelitian ini dilakukan di laboratorium.7.
 
KonsistenKonsisten dalam segala hal, misalnya dalam penggunaan istilah, singkatan,tanda-tanda, dan juga penggunaan kata ganti diri.8.
 
LogisIde atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiahdapat diterima akal.Contoh: Alat itu basah kena bensin, tetapi sebentar lagi juga akan menguap.(tidak logis)Perbaikan: Alat itu basah kena bensin, tetapi sebentar lagi bensin itu akanmenguap.9.
 
Efektif Ide yang diungkapkan sesuai dengan ide yang dimaksudkan baik oleh penutur atau oleh penulis, maupun oleh penyimak atau pembaca.10.
 
Kuantitatif Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti.Contoh: Untuk menanam pohon itu, diperlukan lubang yang cukup dalam.Perbaikan: Untuk menanam pohon itu, diperlukan lubang dengan kedalamansatu meter.
7Adapun beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari bahasa Indonesia ragam ilmiahyang diungkapkan oleh Anshari, dkk (2013) bahwa bahasa Indonesia memilikikarakteristik cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat pragmentaris, bertolak dari gagasan, format dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten.Bahasa Indonesia bersifat cendikia artinya bahasa Indonesia itu mampudigunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampumembentuk pernyataan yang tepat dan seksama. Sementara itu, sifat lugas dan jelasdimaknai bahwa bahasa Indonesia mampu menyampaikan gagasan ilmiah secara jelasdan tepat. Untuk itu, setiap gagasan diungkapkan secara langsung sehingga maknayang ditimbulkan adalah makna lugas. Bahasa Indonesia ragam ilmiah jugamenghindari penggunaan kalimat pragmentaris. Kalimat pragmentaris adalah kalimatyang belum selesai. Kalimat terjadi antara lain karena adanya keinginan penulismenggunakan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan gagasanyang diungkapkan (Anshari, dkk 2013:42).Setiap ragam bahasa memiliki ciri khasnya masing-masing. Menurut Nazar dalam Faisol (2012:1) ciri ragam bahasa Indonesia ilmiah sebagai berikut:1.
 
Kaidah bahasa Indonesia yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah pada bahasa Indonesia baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa(pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).2.
 
Ide yang diungkapkan harus benar, sesuai dengan fakta yang dapat diterimaakal sehat (logis).3.
 
Ide yang diungkapkan harus tepat dan hanya mengandung satu makna. Hal initergantung pada ketepatan memilih kata dan penyusunan struktur kalimat.Jadi, kalimat yang digunakan efektif.4.
 
Kata yang dipilih harus bernilai denotatif yaitu makna yang sebenarnya.
85.
 
Ide diungkapkan dalam kalimat harus padat isi. Oleh sebab itu, penggunaankata dalam kalimat seperlunya, tetapi pemilihannya tepat.6.
 
Pengungkapan ide dalam kalimat ataupun alinea harus lugas yaitu langsungmenuju pada sasaran.7.
 
Unsur ide dalam kalimat ataupun alinea diungkapkan secara runtun dansistematis.8.
 
Ide yang diungkapkan dalam kalimat harus jelas sehingga tidak menimbulkansalah tafsir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s