KESALAHAN DALAM RAGAM BAHASA

  1. Ketidaksantunan Ejaan

Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah yang mengatur cara melambangkan bunyi, cara memisahkan atau menggabungkan kata, dan cara menggunakan tanda baca. Ejaan yang berlaku sekarang adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang diresmikan pada 16 Agustus 1972. Ketidaksantunan ejaan pada makalah ini yaitu a) penulisan subjudul, b) penulisan kata depan, c) dan penggunaan tanda baca.

Menurut EYD, penulisan judul menggunakan huruf kapital diawal kata kecuali kata tugas. Selain itu, tanda titik tidak digunakan dibelakang subjudul dan penulisan subjudul pun tidak menggunakan huruf miring, kecuali judul buku.

Penulisan judul berikut salah.

  1. Latar belakang masalah.
  2. Rumusan masalah.

“Pengaruh Potongan Harga Terhadap Nilai Penjualan Pada Produk Air Minum PT Romeo Alam Segar”

Penulisan yang benar yaitu

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah

“Pengaruh Potongan Harga terhadap Nilai Penjualan pada Produk Air Minum PT Romeo Alam Segar”

Seorang mahasiswa pernah bertanya kepada penulis, “Mengapa penulis penyingkatan ‘Perseroan Terbatas’ harus dipermasalahkan? Bukankah penyingkatan dengan tanda titik (P.T.) atau tanpa tanda titik (PT) tidak akan membedakan pengertian?” Ketika itu, penulis menjawab, “Penulisan PT dan P.T. diibaratkan seperti dua orang mahasiswa (A dan B) memakai sepatu. Mahasiswa A memakai sepasang sepatu (kiri dan kanan), sedangkan mahasiswa B memakai sepatu, tetapi bagian kanan semua. Penulisan PT (tanpa menggunakan tanda titik) diibaratkan mahasiswa yang memakai sepasang sepatu (bagian kiri dan kanan ), sedangkan penulisan P.T. (menggunakan tanda titik) diibaratkan mahasiswa yang memakai sepatu bagian kanan semua. Pilihlah, Anda mau menjadi mahasiswa A atau B?

Menurut EYD, selain tidak digunakan dibelakang judul, mata uang, timbangan, dan ukuran, tanda titik tidak digunakan di belakang singkatan kata yang terdiri atas huruf-huruf awal kapital. Dengan demikian, penulisan singkat Perseroan Terbatas yang benar adalah PT (tanpa mengguanakan tanda titik).

Sementara itu, tanda titik hanya digunakan dibelakang singkatan nama diri, gelar, ungkapan umum yang menggunakan huruf kecil, dan angka yang menyatakan jumlah. Penulisan gelar yang benar adalah Dr. Ruby Aurora Primapuspita, S.E. bukan DR. Rubi Aurora Primapuspita, SE.

Dalam masyarakat kita terdapat bermacam gelar, umpamanya gelar akademik, gelar adat, gelar keagamaan, dan gelar kehormatan (honoriscausa). Walaupun dalam bahasa Indonesia sudah diatur penggunaan (singkatan) gelar-gelar tersebut, kelihatannya masih terjadi kerancuan cara penggunaan dan tempat untuk gelar-gelar tersebut. Sebagai contoh, gelar doctor. Ada yang menulisnya dengan singkatan yang menggunakan huruf besar /DR/ dan ada juga yang menulisnya /Dr/ dengan /r/ kecil dan /d/ besar. Manakah yang benar?

Dalam pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan dengan jelas diterangkan bahwa singkatan gelar doctor ialah /Dr./ dengan /D/ besar dan /r/ kecil. Untuk singkatan gelar doctor dengan /e/ digunakan /d/ kecil dan /r/ kecil. Singkatan /dr/ menjadi /Dr./ jika terletak pada awal kalimat. Akan tetapi, dianjurkan jika gelar /dr./ digunakan pada awal kalimat, sebaliknya ditulis lengkap Dokter supaya tidak keliru dengan doctor yang memang ditulis dengan /D/ besar dimanapun tempatnya.

Perhatikan contoh berikut ini.

  1. Renata Kanaratih berhasil meraih gelar doctor dalam ilmu budaya. Kini namanya menjadi Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum..
  2. Setelah diangkat menjadi guru besar, Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum. namanya akan ditulis menjadi Prof. Dr. Renata Kanaratih, S.Pd., M.Hum..
  3. Dokter Ruby Aurora akan menjadi pembimbing skripsi di Universitas Indonesia.
  4. Di Majalengka dr. Dodo Sumbada akan memimpin Rumah Sakit Umum Daerah.

Kadang-kadang orang menulis gelar doctor dengan singkatan /DR/ , keduanya dengan huruf besar. Cara seperti itu jelas tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Gelar kehormatan doctor juga harus ditulis /Dr./ yaitu /D/ besar dan /r/ kecil. Di belakang gelar kehormatan itu ditambahkan dalam kurung (HC) tanpa titik di antara kedua huruf tersebut. Perhatikan contoh berikut ini.

  1. Penyanyi Lies Pustiyati memperoleh gelar kehormatan dari Universirtas terkenal di Malaysia. Kini dia bergelar Dr.(HC) Lies Pustiyani.

Jika gelar lebih dari satu, sebaiknya digunakan saja gelar yang tertinggi, tetapi tidak ada larangan menggunakan semua gelar tersebut. Sebagai contoh :

Prof. Dr. dr. Cut Ita Ali

Wiwik Widyastuti,S.I.P.,M.Sc.

Gelar-gelar agama ditulis sebelum nama diri seperti:

Prof. Dr. dr.H.Soetedjo Oetojo, M.A.

Drs. K.H. Imam Hanafi,S.A.g.

Selanjutnya, ketidaksantunan ejaan terletak pada penulisan kata depan di dan awalan di-. Penulis pernah mengatakan kepada mahasiswa bahwa ketidaksantunan ini merupakan ‘penyakit’ karena terlalu sering dilakukan oleh mahasiswa dan setelah diberi tahu tentang kesalahan tersebut, mahasiswa selalu mengulangi. Cara penulisan kata depan dipisah dari kata tempat atau benda yang mengikuti, sedangkan penulisan awalan di- digabung dengan kata kerja atau sifat yang mengikuti. Dengan demikian kesalahan pada kata-kata diberbagai, dijalan, di jalankan, dan di pungkiri dapat dikoreksi menjadi diberbagai, di jalan, dijalankan, dan dipungkiri. Jika anda tetap menulis dipungkiri berarti pungkiri adalah nama tempat. Baiklah, sekarang penulis bertanya, dimanakah daerah pungkiri itu?

  1. Ketidaksantunan Diksi dan Kalimat.

Diksi adalah pilihan kata dalam mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Terdapat ketidaksantunan diksi dalam makalah yaitu berhubungan dengan pemilihan kata baku dan tidak baku.

   Kata Tidak Baku                           Kata Baku

Mentargetkan                                   menargetkan

Memroduksi                                     memproduksi

kwalitas                                            kualitas

Menurut kaidah bahasa Indonesia, pembentuk awalan me- akan luluh jika menghadapi kata-kata yang berhuruf awal /s/, /p/, /t/, dan /k/, kecuali kluster seperti /kr/, /pr/, /tr/, dan /sp/. Dengan demikian, diksi yang benar bukan bentuk mentargetkan dan memroduksi, melainkan bentuk menargetkan dan memproduksi.

            Selanjutnya, pemilihan kata kwalitas yang diserap dari bahasa Inggris quality adalah salah, seharusnya kualitas. Penyerapan unsur asing kedalam bahasa Indonesia sudah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 146/U/2004 tentang Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Ketidak santunan yang lain terletak juga pada pemilihan kata yang boros dan idiomatik yang salah sehingga kalimat menjadi tidak efektif. Perhatikan contoh berikut ini.

  1. Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspita, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena disebabkan oleh situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti misalnya pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, tingkat inflasi yang melonjak, dan pergolakkan politik yang menyebabkan kerusuhan dimana-mana
  2. Saat ini produk tersebut telah tersedia di berbagai sektor pasar, baik pasar sederhana ataupun pasar terkemuka seperti misalnya supermarket, minimarket, dan lain-lain.
  3. Sasaran utama perusahaan yang beralamat di Jalan Abdul Rahman Nomor 99 Jakarta Timur ini bukan semata-mata demi untuk mencapai target, tetapi juga mencapai peningkatan volume penjualan yang maksimal.

Kata Boros                                         Kata Hemat

karena disebabkan oleh                       …karena…

…disebabkan oleh…

seperti misalnya…dan lain-lain           …seperti…

…misalnya…

…dan lain-lain

demi untuk                                          …demi…                                                                                                        …untuk…

inflasi yang melonjak                          pelonjakan infalsi

pergolakkan poltik                              pergolakan politik

Di samping itu, terdapat ketidaksantuanan pemilihan idiomatik atau padanan khas yang tetap seperti baik…ataupun…,antara…dengan…,dan bukan…,tetapi….Seharusnya, idiomatik tersebut dapat dikoreksi menjadi baik…maupun…,antara…dan…, dan bukan…,melainkan…atau tidak…,tetapi….

Berdasarkan penjelasan tersebut, kalimat a, b, dan c dapat diperbaiki seperti berikut ini.

  1. Pada 1998 perusahaan yang di pimpin oleh Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti penganguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan dimana-mana.
  2. Saat ini produk tersebut telah tersedia di berbagai sektor pasar, baik pasar sederhana maupun pasar terkemuka, misalnya supermarket dan minimarket.
  3. Sasaran utama perusahaan yang beralamat di Jalan Abdul Rahmat Nomor 99 Jakarta Timur ini bukan semata-mata untuk mencapai target, melainkan juga mencapai peningkatan volume penjualan yang maksimal.

 

  1. Ketidaksantunan Paragraf

Kalimat-kalimat yang terangkai akan membentuk paragraf. Paragraf yang baik harus memenuhi persyaratan kepaduan. Persyaratan kepaduan ini dapat tercapai jika menerapkan penggunaan kata penghubung yang tepat, baik kata penghubung intrakalimat maupun kata penghubung antarkalimat. Kata tetapi dan sehingga bukan merupakan kata penghubung antarkalimat, melainkan kata penghubung intrakalimat. Sebaliknya, kata namun bukan kata penghubung intrakalimat, melainkan kata penghubung antarkalimat yang berfungsi menghubungkan antara kalmat yang satu dengan yang lain.

Perhatikan contoh ketidaksatuan berikut ini.

  • Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangatlah berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik, namun daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.
  • Pada 1998 perusahaan yang di pimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga. Tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti penganguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan dimana-mana. Sehingga daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memetuskan menaikkan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

 

Paragraf tersebut dapat diperbaiki seperti berikut ini.

  • Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Diberbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangatlah berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik, tetapi daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.

atau

Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangatlah berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik. Namun, daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.

(b) Pada 1998 perusahan yang dipimpin oleh Dr.Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi , dan pengolakan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana – mana sehingga daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memutuskan menaikkan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

  1. Ketdaksantunan Konvensi Penulisan

Konvensi penulisan karangan ilmiah adalah kaidah yang mengatur penampilan karangan ilmiah agar teratur. Keteraturan yang tampak pada penulisan karangan ilmiah adalah sistematika penomoran yaitui dengan menggunakan system gabungan angka dan huruf dan system angka digital seperti berikut ini.

I.

II.

A.

B.

1.

2.

a.

b.

1)

2)

a)

b)

(1)

(2)

((1))

((2))

((a))

((b))

·

·

1.

1.1

1.2

1.3

1.3.1

1.3.2

1.3.3

2.

2.1

2.2

2.3

2.3.1

2.3.2

2.3.3

 

      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Ketidaksantunan sistematika penomoran pada makalah ini yaitu

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah yang diajukan yaitu sebagai berikut :

1)   Apakah terdapat hubungan antara potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

2)   Bagaimanakah potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

b.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian     ini yaitu :

a.    Untuk mengetahui hubungan antara potongan harga dan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar;

b.   Untuk mengetahui pengaruh potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar.

Dapatkah Anda memperbaikinnya? Berikut adalah jawaban yang benar.samakah jawaban Anda dengan jawaban berikut ini?

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah yang diajukan yaitu sebagai berikut.

1.      Apakah terdapat hubungan potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

2.      Bagaimanakah potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu

1.      Untuk mengetahui hubungan potongan harga dengan nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar;

2.      Untuk mengetahui pengaruh potongan harga terhadap nilai penjualan pada PT Romeo Alam Segar.

Perhatikan penggunaan tanda baca setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut. Seringkali mahasiswa menggunakan tanda baca titik dua setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut. Padahal, penggunaan tanda titik dua setelah kata yaitu dan yaitu sebagai berikut mubazir karena memiliki arti yang sama. Tanda titik dua mempunyai arti yaitu, adalah, yakni dan ialah. Jadi, penggunaan tanda titik dua dan yaitu merupakan suatu pilihan.

Selanjutnya, perhatikan penggunaan huruf capital di awal kalimat perincian. Gunakan huruf kapital jika kalimat sebelum perincian menggunakan yaitu sebagai berikut. (diakhiri tanda titik) dan gunakan huruf kecil jika diakhiri kata yaitu (tanpa diakhiri tanda titik dua) atau …berikut: (diakhiri tanda titik dua).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s